Persiraja Banda Aceh vs Bhayangkara FC akan mengawali laga perdana Liga 1 2020 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (29/2/2020) malam
Persiraja Banda Aceh vs Bhayangkara FC akan mengawali laga perdana Liga 1 2020 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (29/2/2020) malam
Liga 1 2020 Persiraja vs Bhayangkara FC, Waspadai Pemain Ke-12

JAWASPORT.COM – Rakyat Aceh terkenal sangat militan dalam berperang. Belanda dan Jepang sudah merasakan bagaimana sulitnya menaklukkan Aceh tempo dulu.

Meski semua wilayah yang menjadi cikal bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mampu ditaklukkan. Pihak Belanda justru mengalami kerugian besar dalam misi perang di Tanah Rencong.

Hal ini sudah diakui oleh para sejarawan termasuk dari Belanda sendiri. Para jenderal dan pasukan Belanda meregang nyawa dalam peperangan di Aceh. Bukan hanya korban jiwa, tapi kerugian material atau biaya perang cukup besar dengan hasil tanpa kemenangan.

Ini merupakan bukti bagaimana milintasi rakyat Aceh dalam menjaga nama baik daerahnya. Aceh pula yang begitu besar perannya dalam kemerdekaan Indonesia. Hingga Soekarno menyebut Aceh sebagai daerah modal.

(Baca juga – Lyon Hantam Juventus, Sarri Salahkan Ronaldo Cs)

Karena rakyat Aceh yang mampu menyumbang dua pesawat terbang untuk memperkuat kemerdekaan Indonesia. Kala itu memang Indonesia tak cukup dana setelah lama terjajah dan baru merdeka hingga berdampak pada krisis finansial.

Sumbangsih rakyat Aceh ini menjadi bukti bahwa daerah paling ujung Sumatera itu, bukan hanya terkenal dalam militan berperang. Tapi juga terdepan dalam menyumbang hartanya untuk republik ini.

Pendukung Fanatik Persiraja

Kondisi ini juga bakal terlihat dalam Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Sabtu (29/2/2020) nanti malam. Rakyat Aceh dari berbagai kabupaten/kota bakal datang untuk memberi dukungan kepada tim kesayangannya Persiraja.

Ini pertama kalinya Persiraja Banda Aceh lolos ke kompetisi tertinggi di Tanah Air tahun 2020. Setelah pada tahun 2010-2011 juga lolos dengan status runner up di Solo setelah kalah dari Persiba Bantul di final Divisi Utama (sekarang Liga 2).

Sayangnya, kala itu dualisme kompetisi di Indonesia membuat Persiraja kena imbas hingga tak bisa menikmati kelolosan ke kasta tertinggi. Karena akhirnya jalur kompetisi yang dipilih Persiraja justru tak diakui akibat perselisihan di PSSI tanpa ujung.

Kini Persiraja kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia dan menjadi satu-satunya tim dari Sumatera di Liga 1 2020. Tentu rakyat Aceh akan datang ke stadion berkapasitas 40.000 penonton demi mendukung tim kesayangannya. Meski bukan bermain di ‘stadion keramat’, yakni Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh.

Tapi pendukung Persiraja bakal mengepung lapangan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh demi mendukung tim kesayangannya berjuluk ‘Laskar Rencong’. Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) sebagai pendukung garis keras Persiraja bakal terus mengganggu mental lawan.

(Baca juga – Valentino Rossi Keluhkan Ban, Ini Solusi Tim Yamaha)

‘Pemain ke-12’ inilah yang harus diwaspadai tim tamu Bhayangkara FC saat tampil di Stadion Harapan Bangsa. Karena seiisi stadion bakal bergemuruh seperti Estadio Santiago Bernabeu atau Estadio Camp Nou, saat bentrokan El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona atau Barcelona vs Real Madrid.

Dua pesawat saja bisa di sumbang untuk NKRI di awal kemerdekaan. Tentu membeli tiket pertandingan untuk menyaksikan laga penting Persiraja Banda Aceh vs Bhayangkara FC bukan hal sulit bagi masyarakat Aceh.

Mengingat ini laga perdana, dipastikan Stadion Harapan Bangsa akan penuh sesak. Diharapkan membanjirnya penonton ke Lhong Raya tak menganggu jalannya pertandingan.

Sejarah Persiraja

Makanya, duel Persiraja vs Bhayangkara akan menjadi pusat perhatian, bukan hanya dari daerah Aceh, tapi juga luar Aceh. Karena tim Tanah Rencong ini punya sejarah emas dalam sepakbola Indonesia pada tahun 1980-an.

Persiraja menaklukkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1 partai final Piala Perserikatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 31 Agustus 1980. Tim legendaris yang lama tenggelam itu kita sudah bangkit dan mengisi posisi dalam jajaran kesebelasan elit di kasta tertinggi Indonesia.



Bisa jadi, ruh legenda 80-an akan kembali merasuki pemain Persiraja sebagai motivasi menjaga tim Tanah Rencong. Untuk tetap eksis di musim perdanannya hingga menjadi skuad yang berbahaya di musim selanjutnya.

Beban besar Persiraja tentu saja sebagai kontestan yang promosi dan satu-satunya tim peserta Liga 1 2020 dari Pulau Sumatera. Tentu saja kekhawatiran oleh bayang-bayang degradasi ada dan ini bakal diwaspadai oleh Pelatih Persiraja, Hendri Susilo dan Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam. Makanya misi besar Persiraja di musim perdananya hanya bertahan dan bertahan. Musim selanjutnya baru memikirkan bersaing di papan atas.

Bhayangkara Tak Remehkan Persiraja

Bahkan kubu Bhayangkara FC juga tak meremehkan Persiraja sebagai tim promosi di Liga 1 2020. Walaupun Bhayangkara FC pada Liga 1 musim 2019 mengakhiri kompetisi di peringkat keempat dengan koleksi 53 poin dari 14 kemenangan, 11 hasil imbang dan 9 kekalahan.

Jumlah poin ini sama dengan Persipura Jayapura di urutan ketiga dan hanya selisih 1 poin dari Persebaya Surabaya (54 poin) di posisi kedua. Sedangkan Bali United menjadi juara Liga 1 2019 dengan raihan 64 poin dari 19 kemenangan, 7 seri dan 8 kekalahan.

Tiga kekalahan beruntun justru dialami diakhir kompetisi ketika Bali United sudah memastikan juara. Tiga kekalahan yang sangat meragukan insan sepakbola dan bisa dimaklumi bagi tim yang sudah pasti juara lebih cepat sebelum kompetisi berakhir.

(Baca juga – Para Bintang Liga Inggris Dikaitkan ke Liga Spanyol)

Makanya Bhayangkara FC tetap menaruh hormat kepada Persiraja meski berstatus tim promosi. Meski Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster buta dengan kekuatan Persiraja, tapi dia sadar bahwa kejutan bisa datang dari mana saja.

Termasuk ‘Pemain ke-12’ yang bakal menganggu mental pemain saat masuk lapangan. Pelatih asal Irlandia Utara itu menginstruksikan anak asuhnya untuk membawa pulang tiga poin meski tampil di markas Persiraja. Karena kemenangan di partai perdana bakal mempengaruhi mental pemain untuk termotivasi dalam laga selanjutnya.

“Persiraja adalah tim yang bagus walaupun mereka berstatus promosi. Saya rasa seluruh tim yang tampil di Liga 1 2020 merupakan tim terbaik. Kami harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan target tiga poin. Kami harus memetik kemenangan dan saya akan menerapkan strategi yang tepat,” tegas pelatih asal Irlandia Utara itu.(*)

(Klik Video Youtube: Suporter Fanatik Persiraja)

Jadwal lengkap Liga 1 2020 

Sabtu (29 Februari 2020)

18.30 WIB, Persebaya vs Persik

19.00 WIB, Madura United vs Barito Putera

20.20 WIB, Persiraja vs Bhayangkara FC

Minggu (1 Maret 2020)

14.30 WIB, Persipura vs PSIS

15.30 WIB, Persija vs Borneo FC

18.30 WIB, PSM Makassar vs PSS Sleman

18.30 WIB, Persib vs Persela

20.40 WIB, Bali United vs Persita

Senin (2 Maret 2020)

18.30 WIB, PS Tira vs Arema FC




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here