Pelatih Juventus, Maurizio Sarri salahkan Cristiano Ronaldo Cs setelah dikalahkan Lyon, 0-1, dalam leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2019-2020. (Jawasport.com)
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri salahkan Cristiano Ronaldo Cs setelah dikalahkan Lyon, 0-1, dalam leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2019-2020. (Jawasport.com)

JAWASPORT.COM – Leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2019-2020 pada, Kamis (27 Februari 2020) dini hari WIB, menghadirkan kejutan.

Tim-tim yang dijagokan bakal menang mudah justru terjungkal di markas lawan dan kandang sendiri.

Juventus di bawah asuhan Maurizio Sarri ditaklukkan tuan rumah Olympique Lyon dengan skor 0-1, di Parc Olympique Lyonnais.

Kabar mengejutkan juga datang di ibu Kota Spanyol. Tuan rumah Real Madrid tumbang di markas sendiri setelah ditaklukkan sang tamu Manchester City dengan skor 1-2 di Estadio Santiago Bernabeu, Kota Madrid, Kamis (27 Februari 2020) dini hari WIB.



Gol Lucas Simon Pierre Tousart

Nasib malang yang diterima Juventus justru menjadi bumerang. Sang Pelatih Maurizio Sarri tak mau disalahkan atas kekalahan itu.

Alih-alih bertanggung jawab sebagai pelatih, Sarri yang pernah melatih Chelsea justru menyalahkan pemainnya.

Cristiano Ronaldo Cs menjadi pihak yang disalahkan atas kegagalan Juventus memetik kemenangan.

Gol Lyon pada menit 31 lewat hentakan Lucas Simon Pierre Tousart menjadi petaka bagi Juventus.

(Baca Juga – Bernabeu Jadi Neraka Bagi Real Madrid)

Tousart dengan mantap menyambut bola dengan tendangan kaki kiri setelah menerima umpan silang dari Houssem Aouar dari sisi kanan pertahanan Juventus,

Kiper Juventus, Wojciech Szczesny, mati langkah saat menghadapi tendangan Tousart dari dalam kotak penalti.

Ini gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan Lyon atas Juventus. Walaupun Cristiano Ronaldo dkk mampu dominan dalam penguasaan bola hingga 61 persen, tapi tak mampu mencetak gol hingga laga berakhir.

Pemain Juventus Gagal Paham

Kekalahan itu membuat Maurizio Sarri langsung mencari kambing hitam, dan yang disalahkan justru pemainnya sendiri.

“Saya tak mengerti pemain gagal paham pentingnya mengalirkan bola secara cepat. Sulit dijelaskan, tetapi babak pertama aliran bola terlalu lambat, tidak ada pergerakan, sehingga lawan melakukan pressing, memenangi bola dan bahkan mencetak gol,” ,” umpat Maurizio Sarri seperti dilansir dari Football-Italia.

Bukan hanya gagal paham dan tak mengalirkan bola secara cepat, Sarri yang pernah melatih Napoli juga menyoroti pemain yang tidak memiliki agresivitas ketika menyerang.

“Kami tidak memiliki determinasi dan agresivitas saat menyerang, dan selama 15 menit kami juga buruk dalam bertahan. Babak kedua lebih baik, tapi tidak cukup untuk memenangi sebuah laga Liga Champions. Saya tak mengerti (pemain tak menerapkan aliran bola cepat). Ini adalah fundamental, kami akan terus mengasahnya, cepat atau lambat pemain akan punya konsep ini di kepala mereka,” kata Sarri.

(Baca Juga – Para Bintang Liga Inggris Dikaitkan Ke Liga Spanyol)

Bahkan Sarri juga menyinggung soal latihan yang diterapkannya. Karena apa dilihatnya ketika latihan sangat berbeda ketika pertandingan.

Pemain memindahkan bola secara cepat di sesi latihan, namun hal itu tak terjadi saat laga berlangsung.

“Saya sudah bilang ke pemain, dan banyak dari mereka melakukannya, mengalirkan bola dengan lambat dan mengambil posisi yang salah. Kami berlatih kemarin dan bola bergerak cepat dua kali lipat dari pada malam ini. Ini adalah kebalikan dari apa yang seharusnya terjadi.” kata Sarri.

“Ketika bola tak mengalir cepat, Anda akan kehilangan posisi. Anda membiarkan lawan merebut bola dan lebih agresif. Saya tak berpikir Lyon melakukan pressing ketat. Kami hanya lambat dan tak menciptakan apa-apa,” tegas Pelatih Juventus Maurizio Sarri.

Jadwal Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions

Maurizio Sarri memang frustasi atas kekalahan ini. Karena belakang memang statusnya sebagai juru latih Juventus sedang digoyang. Isu untuk mendepak Sarri makin gencar akibat penampilan Juventus tak segarang sebelumnya.

Apalagi, Juventus rentan kehilangan gelar Liga Italia musim ini akibat selisih poin cukup ketat dengan Lazio dan Inter Milan.

Jika pasukan asuhan Antonio Conte menang dalam satu laga yang belum dimainkan, maka selisih poin Inter dan Lazio dengan Juventus hanya 1 poin.

Hanya cukup sekali imbang bisa kehilangan gelar juara Serie A musim 2019-2020.

(Baca Juga – Memancing Amarah Maradona Jelang Laga Napoli vs Barcelona)

Dari pada menyalahkan Ronado Cs, sebaiknya Sarri fokus bagaimana memastikan tiket babak delapan besar menjadi milik Juventus.

Karena laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Olympique Lyon dipentas di Stadion Allianz, Rabu (18/3/2020) pukul 03.00 WIB.

Juventus harus mencetak 2 gol tanpa balas bila ingin menyegel tiket perempat final di hadapan publik sendiri.

Karena bila gagal meraih tiket lolos di kandang sendiri, bisa jadi Sarri juga kehilangan posisi di Juvenstus.(*)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here