Striker Barcelona, Lionel Messi melakukan tendangan bebas saat melawan Liverpool pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB (Skysports)

JAWASPORT.COM – Setiap Klub punya sejarah masing-masing yang jadi motivasi atau pelajaran berharga. Sejarah silam itu menjadi pengingat bagi setiap tim bahwa setelah hasil resmi jangan pernah menyerah. Menang kalah memang biasa, tapi menyerah sebelum pertandingan adalah kesalahan terburuk.

Liverpool tentu saja dengan sejarah masa lalunya. Ini saat yang tepat mengingatkan kembali sejarah tersebut sebelum menjamu Barcelona pada leg kedua. Semua orang sah-sah menyebutkan ada kemustahilan. Tapi waktu tersisa 90 menit bisa mengubah kemustahilan.

(BACA JUGA: Barcelona Jadi Mimpi Buruk Bagi Liverpool di Camp Nou)



Karena yang dibutuhkan adalah semangat dan semangat untuk berusaha mengejar. Tidak menyerah adalah pilihan yang benar hingga benar-benar harus mengakui keunggulan lawan. Tentu saja juru taktik sekelas Juergen Klopp sadar kesempatan kedua tak boleh di sia-siakan hingga titik darah penghabisan.

Banyak kalangan yang setuju bila nasib Liverpool di Liga Champions sudah berakhir. Ini setelah kekalahan 0-3 dari Barcelona dalam leg pertama babak semifinal Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB.

Pasukan asuhan Juergen Klopp butuh kemenangan 4-0 untuk bisa lolos ke final. Atau minimal menang 3-0 guna melanjutkan babak perpanjangan waktu. Tapi melihat lawan yang harus di hadapi adalah Barcelona, sepertinya banyak yang pesimis untuk bisa membalikkan keadaan. Karena tak mudah memaksa Lionel Messi dkk untuk kalah hingga 3 sampai 4 gol tanpa balas.

Banyak pihak boleh meragukan Liverpool untuk membalikkan keadaan. Tapi www.dailymail.co.uk dan media lain pernah mencatat sejarah perlawanan Liverpool membalikkan ketinggalan 0-3 hingga tampil sebagai pemenang. Sejarah klub ini bakal jadi senjata untuk mengingatkan punggawa Liverpool bahwa mereka masih punya harapan pada 90 menit leg kedua.

Sejarah yang selalu dikenang oleh terjadi dalam partai final Liga Champions 2005 di Istanbul, Turki. Lawan mereka saat itu juga setara dengan Barcelona, yakni raksasa Serie A Italia, AC Milan. Kalah itu semua sudah pasrah bahkan Liverpool sudah kalah saat tertinggal 0-3 di babak pertama.

(BACA JUGA: Ini Rahasia Tendangan Bebas Lionel Messi yang Patut Dicoba)



Tapi keajaiban justru terjadi dan memihak Liverpool. Steven Gerrard dkk tampil dengan semangat luar biasa di babak kedua. Perlahan-lahan mereka mengejar ketinggalan gol lewat permainan apik dan menyerang. Perjuangan memang tak pernah mengkhianati hasi. Terbukti Liverpool bisa mengubah papan skor menjadi 3-3 lewat gol Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xavi Alonso.

Skor 3-3 sudah cukup bagi punggawa Liverpool untuk mengubah pertandingan dari 90 menit berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Ternyata kubu AC Milan yang patah semangat harus mengakui laga berakhir 3-3. Nasib kedua tim untuk menjadi juara Liga Champions 2005 ditentukan lewat adu penalti. Adu nasib itu akhirnya dewi fortuna kembali memihak Liverpool lewat kemenangan via penalti dan menjadi juara Liga Champions sekaligus mencatatkan sejarah untuk trofi kelima.

Nah, hal yang mustahil itu bisa menjadi tidak mustahil selama 45 menit. Tentu saja Juergen Klopp akan membuka kembali sejarah masa lalu klub guna memotivasi pemain dalam 90 menit leg kedua. Ini kesempatan bagi Sadio Mane dan Mohamed Salah mengulang sejarah era Steven Gerrard dulu. Ada 90 menit di Anfield Stadium guna mengembalikan ruh masa lalu Liverpool. Kemenangan di Istabul 2005 bisa jadi motivasi bagi pemain Liverpool saat menjamu Barcelona di leg kedua.

Melansir www.marca.com, kubu Barcelona sendiri sadar bukan waktunya terlena dengan kemenangan 3-0. Karena mereka juga sempat mengejutkan publik setelah ditaklukkan PSG dengan skor 0-4 di Paris dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2017.

(BACA JUGA: Ini ‘Grup Neraka’ Liga Champions 2018-2019)



Saat seluruh dunia sudah mencoret Barcelona dari daftar tim yang lolos ke babak perempat final. Tapi Barcelona dengan semangat tinggi, memberi bukti sekaligus menganulir asumsi publik. Menjamu PSG di Camp Nou, Barcelona membuat kejutan saat menghabisi tim tamu dengan skor 6-1. Mereka pun lolos dengan agregat 6-5. Catatan sejarah apik itu yang membuat Barcelona sadar bahwa sebelum leg kedua resmi lolos, maka apapun bisa terjadi dalam sepakbola.

Makanya kedua tim akan sadar bahwa 90 menit itu sangat berharga dan tak boleh jemawa. Liverpool dan Barcelona masih sama-sama punya peluang lolos ke final. Meski peluang Liverpool kecil, bukan berarti bisa diremehkan atau dicoret. Kesadaran kedua tim bakal membuat leg kedua nantinya juga terasa seperti final. Nasib akan menentukan siapa yang berhak mendekati trofi juara.(*)

Source Photo: 1


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here