JAWASPORT.COM

Nasib Pedih Gareth Bale di Real Madrid

Striker Real Madrid, Gareth Bale masuk dalam daftar jual dalam bursa transfer musim panas 2020 (Twitter/GarethBale11)

Striker Real Madrid, Gareth Bale masuk dalam daftar jual dalam bursa transfer musim panas 2020 (Twitter/GarethBale11)

JAWASPORT.COM – Tak ada yang abadi dalam dunia sepakbola. Dulu dicari, dipuji setiap, tapi akhirnya di olok-olok dan jatah bermain dipangkas hingga siap dijual oleh klub. Begitulah Gareth Bale, bintang Real Madrid yang siap dilego dalam bursa transfer musim panas 2020.

Dulu saat berseragam Tottenham Hotspur, Bale begitu tajam di lini depan dalam membombardir gawang lawan. Tim elit eropa ramai-ramai menyodorkan proposal untuk mendapatkan bintang asal Wales itu. Akhirnya memang Real Madrid yang beruntung mendapatkannya.

Tapi seiring waktu berjalan, Bale lama-lama tak terlalu bersinar di markas Real Madrid, Estadio Santiago Bernabeu. Bale pun masuk dalam daftar jual akibat kiprahnya tak bisa diandalkan Real Madrid.

Musim ini nasih Bale makin menyedihkan setelah Pelatih Zinedine Zidane kembali ke Real Madrid. Dia terus terpinggirkan dalam membela Real Madrid.

(BACA JUGA – Rivaldo Tuding Lionel Messi Penyebab Coutinho ke Bayern Muenchen)

Sebenarnya Bale masih ingin membela Real Madrid dalam perburuan gelar juara Liga Spanyol dan Liga Champions. Sayangnya, keinginan Bale sepertinya tak mendapat lampu hijau dari Zidane. Sedangkan Real Madrid harus menanggung beban finansial untuk menggaji Bale miliaran.

Gaji Gareth Bale Ratusan Miliar

Media Spanyol www.marca.com melaporkan bila Bale baru bersedia pergi ketika kontraknya berakhir pada 2022. Jonathan Barnett, agen Bale telah menjelaskan bahwa kliennya menikmati hidup di Madrid dan tidak ingin meninggalkan klub.

Beban berat justru harus ditanggung El Real mengingat Bale digaji nyaris mencapai 28 juta euro (sekitar Rp 466 miliar) per musimnya. Jika ditilik dari kontribusinya, jelas nilai gaji Bale tidak sepadan dengan penampilannya di lapangan.

Pertimbangan Real Madrid untuk mendepak Bale juga didasarkan pada kekhawatiran akan status Brexit. Pada Januari 2021, eks bintang Tottenham Hotspur tersebut bakal menjadi pemain berstatus non-Uni Eropa.

Terlebih tiga slot pemain non-UE bakal diperebutkan oleh Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Reinier Jesus, Eder Militao, dan Take Kubo.

(BACA JUGA – Real Madrid Siap Korbankan Gareth Bale Demi Paul Pogba)

Los Blancos bakal mencoba solusi untuk melepas pemain yang turut berjasa meraih trofi Liga Champions musim 2017-2018 itu pada musim panas 2020.

Peluang untuk kembali ke Liga Inggris cukup terbuka bagi Gareth Bale dengan kembali bermain untuk Tottenham Hotspur atau Manchester United.

Satu kendala besar bagi kedua klub tentu nominal gaji sang pemain yang bisa mengganggu kelancaran transfer bahkan kestabilan keuangan klub. Ini bakal membuat Real Madrid makin tegas untuk segera membuang Bale dari Bernabeu.

Nasib Bale di bursa transfer musim panas

Gareth Bale sepertinya harus siap-siap untuk segera meninggalkan Real Madrid. Dia menjadi pemain yang tak diharapkan berada dalam skuat Los Blancos untuk selamanya.

Pada musim panas 2020, tepatnya saat jendela transfer dibuka awal Juli, Real Madrid akan berupaya keras untuk melepas winger mereka, Gareth Bale. Real Madrid berencana tidak akan menahan lebih lama lagi Gareth Bale untuk musim 2020-2021.

Kesempatan yang diberikan kepada Gareth Bale untuk menujukkan penampilan terbaiknya selepas kepergian Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018 sudah lebih dari cukup. Sepeninggal Cristiano Ronaldo ke Juventus, Gareth Bale digadang-gadang bakal menjadi aktor utama di Santiago Bernabeu.

Namun, winger asal Wales tersebut justru menjadi pesakitan dan bahan olok-olok para penggemar Real Madrid dalam dua musim terakhir. Pada musim 2018-2019, Bale hanya bermain sebanyak 29 laga di Liga Spanyol dengan 21 kali turun sebagai starter.

Sementara di Liga Spanyol musim 2019-2020, pemain 30 tahun itu baru diturunkan sebanyak 11 kali sebagai starter dalam 27 pertandingan yang telah dimainkan Los Blancos. Bahkan jika dirinci, Bale baru diturunkan sebanyak 3 kali pada tahun 2020, itu pun tidak bermain penuh sebanyak 90 menit.

(BACA JUGA: Eden Hazard Datang, Ini Permintaan Gareth Bale Kepada Real Madrid)

Friksi antara Bale dan Zinedine Zidane menjadi salah satu pemicu menurunnya jatah menit bermain sang winger. Zinedine Zidane telah mencoba untuk memberinya kesempatan pada awal musim ini, tetapi Bale tidak mampu menjawab kepercayaan dengan baik.

Sudah Berakhir di Real Madrid

Pemain berkaki kidal itu mandul di Liga Spanyol sejak September 2019 dan baru mengoleksi 2 gol sejauh ini ketika membantu El Real bermain imbang 2-2 melawan Villarreal pada jornada ke-3. Pada musim panas 2019, Gareth Bale nyaris meninggalkan Real Madrid, tetapi kepindahannya ke China gagal.

Era Gareth Bale memang bisa dianggap sudah berakhir di Real Madrid. Tapi mantan bintang Hotspur itu masih bisa berkiprah di sepakbola. Karena pada 16 Juli 2020 umurnya menjadi 30 tahun.

Ini sebenarnya usia bagi pemain bintang untuk menuju masa meredup. Jika Bale bisa mempertahankan performanya, dia bisa bermain hingga empat tahun lagi. Mungkin 3 musim di klub Eropa dan satu musim lagi dan seterusnya bisa bermain di klub eropa, misalnya Liga China atau Amerika Serikat yang siap menampungnya atas nama besarnya.(*)

(BACA JUGA: Nomor Punggung Lengkap Skuat Real Madrid, Ini Komentar Eden Hazard)

Exit mobile version