JAWASPORT.COM

Mahalnya Pemindahan Ibu Kota Baru, Survei Saja Puluhan Miliar

Presiden Jokowi sudah memutuskan wilayah Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Republik Indonesia

JAWASPORT.COM – Ide pemintahan ibu kota yang dilontarkan Presiden Jokowi menimbulkan pro-kontra. Ada yang mendukung penuh, ada yang mempertanyakan untung rugi dan ada yang menentang. Masing-masing punya pendapat sendiri untuk membenarkan dan menyalahkan pendapat yang lain.

Sepertinya Jokowi tidak main-main dalam pemindahan ibu kota baru Indonesia. Bahkan presiden ketujuh Indonesia sudah memilih wilayah Kalimantan Timur sebagai calon ibu baru. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk mewujudkan ambisi Jokowi. Untuk biaya survei pun yang nilainnya puluhan miliarn siap digelontorkan.

Masalah pemindahan ibu kota baru Republik Indonesia masih terus menjadi pembahasan dari hari ke hari. Ide Presiden Jokowi ini akan diwujudkan di Kalimantan. Berbagai pendapat muncul di masyarakat soal pemindahan ibu kota negara.

Karena pemindahan ibu kota tak semudah memindahkan rumah dan lain-lainnya. Karena ratusan ribu pegawai pemerintah juga akan pindah ke ibu kota baru. Belum lagi biaya pemindahan ibu kota yang mencapai angka triliunan rupiah. Bayangkan saja, untuk survei saja sudah menelan biaya puluhan miliar.

Melansir www.okezone.com, unit konsultan manajemen Indonesia McKinsey & Company telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibukota dari kota Jakarta menuju Kalimantan. Studi ini akan membahas mengenai masalah-masalah terkait pemindahan ibukota.

Hingga saat ini, pemindahan ibu kota telah memicu banyak pertanyaan termasuk bagaimana rencana itu akan dibiayai dan dampak lingkungannya. Pemerintah memperkirakan akan menelan biaya USD33 miliar untuk memindahkan ibukota dan membangun kantor dan perumahan pemerintah.

Sementara menurut Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rudy Soeprihadi, McKinsey Indonesia akan mengambil studi awal pemerintah tentang masalah-masalah termasuk dampak sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi.

“Mereka tidak akan mulai dari nol karena kami telah melakukan banyak penelitian. Mereka akan menentukan strategi ke depan itu sebabnya kami mencari konsultan kelas dunia,” ujarnya.

Studi selama tiga bulan juga akan melihat mengenai pendanaan yang dibutuhkan secara lebih rinci. Tak hanya itu, pembahasan juga terkait dengan bagaimana ibukota baru akan terhubung dengan kota-kota terdekat di Balikpapan dan Samarinda.

Hasil tender USD1,77 juta atau sekira Rp25 miliar yang diumumkan di situs web pemerintah telah menarik 103 kandidat, termasuk kelompok yang melibatkan Roland Berger dan Boston Consulting. Sementara McKinsey menolak untuk berkomentar.

Indonesia telah melayangkan gagasan memindahkan ibukota selama bertahun-tahun. Padahal Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu daerah yang paling rentan terhadap bencana alam yang secara rutin melanda kepulauan 17.000 pulau.

Ed Baker, seorang perencana kota yang berbasis di Singapura yang terlibat dalam proses penawaran, mengatakan studi ini termasuk memilih lokasi yang tepat berdasarkan berbagai kriteria dan juga memahami realitas keuangan, serta mekanisme investasi untuk mulai mendanai proyek seperti ini, apakah publik atau pribadi.

Pihak berwenang juga menekankan bahwa sebuah kota di lingkungan di antara hutan yang menurut pihak berwenang pada akhirnya akan dapat menampung 1,5 juta orang. Menurutnya, air adalah hal utama yang mereka soroti. Bagaimana menyediakan air minum ke kota baru ini dan juga memahami kondisi alami situs sehingga dapat menghindari banjir dan lain-lain.

Periode kedua Jokowi ini dipastikan akan disibukkan dengan proses pemindahan ibu kota yang dipastikan tak tuntas selama lima tahun. Belum lagi pembangunan lain yang harus dipacu selama periode kedua. Ini bukan hanya menguras biaya besar, tapi juga energi yang luar biasa besar.(*)





Exit mobile version