Presiden Real Madrid, Florentino Perez (kiri) dan Zinedine Zidane (Marca.com)

JAWASPORT.COM – Kesuksesan Zidane pada periode pertamanya di Real Madrid layak untuk diacungi jempol dan dicatat dalam sejarah sepakbola. Tiga trofi Liga Champions secara beruntun merupakan bukti nyata keberhasilannya yang belum mampu dilakukan pelatih sebelumnya.

Kini Zidane kembali lagi ke Estadio Santiago Bernabeu dalam kondisi klub berantakan. Hilang gelar Copa del Rey dan tersingkir dari Liga Champions. Bahkan banyak pihak sudah menutup kans Real Madrid menjuarai Liga Spanyol.

(BACA JUGA: Real Madrid Siapkan Dana Rp 5,5 Miliar Untuk Datangkan Neymar)




Apakah Zidane mampu mengembalikan kejayaan Real Madrid seperti di eranya lagi. Tentu saja ini perjuangan yang sangat berat baginya dan siapa pun. Karena mengulang prestasi merupakan pekerjaan yang cukup berat. Sama saja seperti mempertahankan gelar juara lebih sulit ketimbang mengejar gelar juara.

Kabar kembalinya Zinedine Zidane ke Real Madrid makin kencang pada akhir pekan. Bahkan Manajemen Los Blancos tak peduli kemenangan Real Madrid atas Real Valladolid, 4-1 dalam lanjutan Liga Spanyol. Pelatih Santiago Solari harus mengemas barang untuk pergi dari Estadio Santiago Bernabeu.

Ternyata benar, melalui situs resmi www.realmadrid.com, Zidane resmi ditunjuk menggantikan Santiago Solari, Senin (11/3/2019) waktu setempat. Zidane akan dikontrak hingga 30 Juni 2022. Sebelumnya pelatih keturunan Aljazair ini pernah menukangi Real Madrid dalam periode 4 Januari 2016 hingga 31 Mei 2018.

(BACA JUGA: Mengapa Markas Real Madrid Mulai Sepi Penonton)




Tapi mantan pemain Real Madrid kelahiran Marseille, Prancis, 46 tahun silam ini sukses mempersembahkan sembilan gelar untuk El Real. Bahkan, Zidane membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga kali beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.

Banyak yang bertanya, apakah kepulangan Zidane ini akan mampu mengembalikan kesuksesan sebelumnya. Ini pertanyaan berat dan harus menunggu hingga musim depan. Karena musim ini Real Madrid kehilangan Copa del Rey dan Liga Champions. Bahkan gelar LaLiga Spanyol pun diprediksi lenyap.

Otomatis untuk menilai kinerja Zidane adalah pada musim 2019-2020. Sisa musim ini kemungkinan Zidane merombak skuad yang berantakan, termasuk mendatangkan bintang yang diinginkannya. Manajemen Real Madrid sepertinya menjanjikan kekuasaan lebih disertai uang untuk belanja pemain yang diinginkan Zidane.

Tapi Real Madrid juga mengapresiasi kinerja Santiago Solari yang telah menunjukkan komitmen dan loyalitas selama membesut El Real. Solari sempat membuat Real Madrid tampil memukau saat menjabat sebagai pelatih interim dalam kurun waktu 29 Oktober 2018 hingga 12 November 2018.

(BACA JUGA: Bernabeu Jadi Neraka Bagi Real Madrid)




Kala itu, Real Madrid asuhan Solari sanggup menorehkan empat kemenangan beruntun di berbagai ajang dengan mencetak 15 gol dan cuma kebobolan dua kali. Performa apik tersebut membikin Santiago Solari diangkat menjadi pelatih permanen per 13 November 2018. Hanya saja, Solari gagal melanjutkan tren positif ketika menjadi pelatih permanen, di mana Real Madrid sekadar mendulang 18 kemenangan, dua kali imbang, dan menelan delapan kekalahan.

Buntut dari penampilan jelek tersebut membuat El Real tersingkir pada semifinal Copa del Rey dan babak 16 besar Liga Champions. Kini Real Madrid juga tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen Liga Spanyol 2018-2019, Barcelona. Petinggi Real Madrid tetap mengabaikan kemenangan besar Solari di laga terakhirnya dan resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih baru. Selamat jalan Santiago Solari, selamat datang Zinedine Zidane.(*)

Source Photo: 1




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here