Ole Gunnar Solskjaer (Foto: MUTV/Daily Mail)

JAWASPORT.COM – Aturan ketat sering berlaku di tiap klub terutama yang berstatus profesional. Karena aturan tersebut bertujuan untuk mencapai cita-cita klub meraih kemenangan dan juara. Tapi bagaimaan bila pelatih membolehkan pemain bertengkar? Hal ini direstui Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United.

Tiap klub profesional punya aturan khusus yang berlaku kepada tiap pemain. Biasanya mereka menerapkan aturan kuat sesuai dengan kontrak pemain. Ya ketika klub mengeluarkan gaji besar, tentu mereka tak ingin kecewa dengan ulah pemain.

(Baca: Akankah Solskjaer Jadi Manajer Tetap Manchester United)

Bahkan pelatih juga punya aturan sendiri dalam melatih pemain. Beda pelatih tentu saja beda aturan akibat perbedaan karakter masing-masing. Ada pelatih yang memberlakukan aturan ketat dan tak kompromi kepada pemainnya. Ada juga pelatih yang memang lebih sedikit longgar aturannya.

Tapi aturan yang diterapkan oleh Manajer interim Manchester United ini tergolong aneh, tapi nyata. Betapa tidak, Ole Gunnar Solskjaer yang juga manajer sementara pengganti Jose Mourinho punya aturan yang tergolong unik dan aneh. Berarti Solskjaer merestui pertengkaran antarpemain.

Seperti dilansir www.dailymail.co.uk, manajer asal Swedia ini membolehkan antarpemain bertenggar. Tentu saja hal ini yang sangat dibenci mayoritas pelatih. Karena pertenggaran ini justru dikhawatirkan berimbas ke lapangan hijau.

Lalu apa argumen Solskjaer untuk mempertahankan pembiarannya soal pertengkaran antarpemain. Jawaban pelatih asal Swedia ini tentu saja membuat anda akan geleng-geleng kepala. Solskjaer meyakini bahwa potensi dan mental pemain akan semakin keluar jika menyalurkan emosi.

“Kami mengalami satu atau dua pertengkaran. Namun, itu hanya sebuah tuntutan, standar yang Anda pasang. Jika pertandingan berakhir dengan sedikit pertengkaran, saya tidak keberatan karena artinya mereka adalah pemenang dan ingin meningkatkan diri,” kata Solskjaer.

(Baca:Rahasia Latihan Manchester United Terbongkar, Berpengaruh Saat Jamu Young Boys?)

Bahkan metode itulah yang kemungkinan bikin United berubah jadi tim yang garang. Karena selama di bawah arahan Solskjaer, mereka sanggup menyapu bersih kemenangan di lima laga. Ada 16 gol mereka gelontorkan dari partai-partai tersebut. Hal ini bisa bandingkan dengan era kepelatihan Jose Mourinho. Dari lima pertandigan pertama 2018-2019, Romelu Lukaku dkk cuma bisa bikin delapan gol dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Ternyata banyak hal baru yang dihadirkan Ole Gunnar Solskjaer sejak diangkat sebagai juru taktik Manchester United per 19 Desember 2018. Selain melakukan kegiatan kuis malam sebelum laga tandang seperti era Sir Alex Ferguson, sosok asal Norwegia itu juga mempersilakan anak-anak asuhnya untuk saling bertengkar.(*)

Source Photo: 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here