JAWASPORT.COM – Real Madrid menunjukkan penampilan inkonsisten belakang ini. Mereka gagal meraih kemenangan dalam duel el clasico meski harus melawan Barcelona dengan 10 pemain. Tapi yang paling mencolok adalah ketika mereka ditaklukkan Sevilla dengan skor 3-2.

La Liga Spanyol sebenarnya sudah sudah berakhir setelah gelar musim ini menjadi milik Barcelona. Pertandingan tersisa sudah tak bergairah lagi terutama yang dilakoni tiga tim teratas. Tapi bukan berarti mereka tak serius untuk menang. Usaha untuk mengamankan tiga poin sudah dilakukan semaksimal mungkin.

Termasuk Real Madrid yang terjungkal di markas Sevilla dengan skor 2-3 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (10/5/2018) pukul 02.30 WIB. Tim tamu hanya berhasil mencetak gol telat melalui Borja Mayoral pada menit 87 dan penalti Sergio Ramos pada injury time atau 90+6 menit.

Sedangkan tuan rumah sudah memimpin lewat skor 2-0 pada babak pertama lewat gol Wissam Ben Yedder pada menit 26 dan Miguel Layun di menit 45. Sevilla juga diuntungkan oleh gol bunuh diri Sergio Ramos pada menit 83. Skor 3-2 untuk kekalahan Real Madrid tak bisa dielakkan. Meski sebenarnya skor bisa saja menjadi 3-3 seandainya Sergio Ramos sukses mengeksekusi penalti pertama dengan benar pada menit 54.

Kekalahan ini merupakan tanda bahaya bagi Real Madrid menjelang laga melawan Liverpool di final Liga Champions melawan Real Madrid, Minggu (27/5/2018) pukul 01.45 WIB. Apalagi, kekalahan ini sebagai tanda betapa buruknya permainan Real Madrid. Meski tak menurunkan kekuatan penuh, tapi komposisi pemain perpaduan lapis kedua dan senior bisa juga meraih kemenangan. Ternyata hal tersebut tak menjadi kenyataan.

Karena seperti dilansir dari www.marca.com (10/5/2018), pasukan asuhan Zinedine Zidane diperkuat pemain senior, seperti Sergio Ramos, Casemiro, Mateo Kovacic, Lucas Vazquez, Karim Benzema plus penyerang muda potensial Marca Asensio. Kehadiran pemain senior dengan perpaduan pemain muda ini seharusnya skor akhir tidak menjadi aib bagi Los Blancos.

Bahkan, ini juga memperlihatkan betapa Real Madrid begitu ketergantungan kepada Cristiano Ronaldo dalam setiap pertandingan. Ronaldo menjadi ruh permainan Los Blancos selama ini. Pemain asal Portugal ini menjadi sosok sentral dan mesin gol bagi Real Madrid selama ini meski sempat macet di awal kompetisi. Tapi keberhasilan Madrid meraih berbagai trofi tak terlepas dari kehadiran Ronaldo.

Dalam pertandingan melawan Sevilla, Ronaldo tak diturunkan akibat cidera. Mantan pemain Manchester United ini cidera dalam laga El Clasico melawan tuan rumah Barcelona, Senin (7/5/2018). Duel dua musuh bebuyutan ini berakhir dengan skor 2-2.

Laga El Clasico juga sudah menghadirkan sinyal bahaya bagi Real Madrid tanpa kehadiran Ronaldo di lapangan. Seperti diketahui, Ronaldo hanya bermain di babak pertama dan mencetak satu gol untuk membuat skor menjadi 1-1. Sebelumnya Barcelona unggul lewat Luis Suarez.

Tapi di babak kedua, Real Madrid tanpa kehadiran Ronaldo. Karena CR7 mengalami cidera setelah kena tekel center-bek Barcelona, Gerard Pique. Tanpa Ronaldo membuat Barcelona lebih mudah meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Sergi Roberto terkena kartu merah di babak pertama. Messi membawa Barcelona unggul setelah mengecoh dua pemain belakang Madrid. Beruntung Madrid selamat dari kekalahan oleh gol Gareth Bale.

Namun, dari hasil dua laga ini sudah memperlihatkan betapa lemahnya Real Madrid tanpa kehadiran Ronaldo. In menjadi sinyal berbahaya bila cidera Ronaldo tak kunjung sembuh sampai final Liga Champions. Durasi waktu menuju final hanya 17 hari lagi dan Ronaldo harus benar-benar fit. Bila gagal bisa dipastikan kalau Liverpool bisa lebih mudah untuk menjadi juara Liga Champions. Tanda bahaya ini bisa saja menjadi kenyataan dan membuat Real Madrid tanpa gelar musim ini. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan cidera Ronaldo selanjutnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here