Micahel Essien (Foto: CNN Indonesia/M Arby Rahmat Putratama H)

JAWASPORT.COM – Setiap tim dituntut untuk mencari pemain yang bisa berkontribusi kepada klub. Bila harapan ini tak terwujud, maka pintu dibuka lebar-lebar untuk segera hengkang. Semua tim dan pendukung ingin tiap pemain bisa berguna di lapangan. Ketika hal itu tak terjadi, maka kekecewaan yang timbul.

Banyak Tim yang menyesal membeli pemain bintang alkibat tak sesuai ekspektasi. Semula dijagokan dan diandalkan sebagai pemain yang bisa membantu tim merebut gelar juara. Hanya saja, dalam perjalanan kompetisi justru menjadi beban keuangan klub dan kecemburuan pemain lain akibat sedikit sumbangsihnya.

Kondisi ini dialami Persib Bandung yang membeli bintang internasional bernama Michael Essien. Awal-awal kedatangannya sebelum kompetisi di mulai begitu banyak pihak yang menyakini Persib akan menjadi juara. Tapi harapan dan ekspektasi tak sesuai dengan kenyataan. Persib harus finis di posisi ke 13 klasemen Liga 1 musim 2017.

Namun, kabar terbaru Essien dikabarkan akan hijrah ke kompetisi Malaysia Super League. Essien datang dengan nama besar karena latar belakangnya yang pernah bermain di sejumlah klub top Eropa. Nama tim seperti Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan pun terpampang pada CV pemain 35 tahun tersebut. Bahkan ia pernah merasakan berlaga di perhelatan sepak bola paling bergengsi yakni Piala Dunia 2014 di Brasil bersama tim nasional Ghana.

Peluangnya untuk pergi sangat terbuka lebar meski Essien masih berstatus sebagai pemain Persib Bandung. Sayangnya, entah akibat kecewa pada musim lalu membuat Maung Bandung tak didaftarkan pada Liga 1 musim 2018. Bahkan beberapa waktu lalu eks gelandang Chelsea itu mengaku telah membuka peluang bermain di Malaysia.

“(Negosiasi) ini belum berakhir. Saya memang berdiskusi dengan klub lain. Saya masih ingin menikmati bermain sepak bola beberapa tahun lagi sebelum pension. Jika ada klub Malaysia yang menginginkan saya, kami bisa bertemu dan berdiskusi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujar Essien seperti dikutip dari www.goal.com (15/5/2018)

Melihat situasi ini membuat Essien bakal tanpa halangan untuk pergi. Apalagi, Malaysia Super League kini memasuki jendela transfer kedua. Tapi bila klub Malaysia serius mendatangkan Essien, maka sosok dengan harga pasar Rp8,3 miliar itu akan menjadi pemain keenam dengan taraf bintang yang bermain di Malaysia Super League.

Seperti dikutip dari www.inikanbola.my (15/6/2018) sebelumnya sudah ada pemain bintang lain yang bermain di kompetisi tertinggi Negeri Jiran tersebut. Tercatat ada Pemain asal Argentina, Pablo Airmar pernah bermain untuk Johor Darul Takzim (JDT) pada musim 2013. Striker Inggris, Tonny Cotte tiba di Selangor FA pada 1996 dan bermain satu musim dengan tim berjulukan Gergasi Merah itu. Ia berhasil membawa Selangor meraih trofi pada 1997.

Kemudian ada pemain asal Kamerun, Emile Mbouh-Mbouh menjadi pemain Perlis saat hijrah ke Malaysia pada 1995. Namanya juga mentereng karena pernah membela Kamerun dalam dua edisi Piala Dunia. Ia juga pernah berseragam Sabah dan Kuala Lumpur. Ada lagi pemain Spanyol, Dani Guiza bermain untuk Johor Darul Takzim pada 2013. Pemain yang pernah Lazio ini pernah tergabung dalam skuat timnas Spayol saat menjuarai Piala Eropa 2008. Terakhir Chris Kiwomya yang merupakan mantan bintang Arsenal yang hanya semusim bermain untuk Selangor FA pada 1997. Tapi bersama Selangor, Kiwomnya meraih trofi Piala Malaysia 1997.

Namun, apakah Essien akan masuk dalam sejarah kompetisi sepakbola Malaysia sebagai pemain asing keenam berstatus bintang. Angka Rp 8,3 Miliaran ini bisa jadi pertimbangan klub di Negeri Jiran ini dengan membandingkan performa pemain di klub sebelumnya. Jangan sampai kehadiran Essien nantinya bukan mendapatkan trofi, tapi keretakan skuad di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here