Pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo (MOHD RASFAN/AFP/Getty Images)

JAWASPORT.COM – Setiap orang ada eranya dan setiap era ada orangnya. Ungkapan itu sangat cocok untuk para atlet yang berjaya di eranya dan harus pensiun akibat tampilnya era atlet lain. Hal ini juga berlaku di balapan MotoGP. Dimana nama Valentino Rossi begitu melegenda dengan jumlah fans sangat banyak di dunia.

Bahkan muncul istilah populer ‘No Rossy, No Party’. Ini untuk menggambarkan bagaimana pentingnya sosok Rossi di balapan MotoGP. Memang aksi Rossi dalam tikungan balapan sangat diharapkan selalu ada. Tapi itu dulu, kini pembalap-pembalap muda muncul sebagai pesaing baru yang jadi idola.

(BACA JUGA: Ambisi Pembalap Valentino Rossi di Usia 40 Tahun)




Akhirnya nama Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi sempat menjadi legenda dan cukup dihormati di lintasan balapan MotoGP mulai kehilangan magicnya. Sepertinya era The Doctor sudah tak diakui lagi setelah performanya terus merosot dari tahun ke tahun.

Hal ini mulai jelas ketika era baru pangeran balapan MotoGP dikuasai Marc Marquez. Pembalap tim Repsol Honda juga tak mengakui Rossi sebagai lawan beratnya di MotoGP. Ini menandakan bahwa Rossi bukan lagi momok yang menghalangi dirinya naik podium dan merebut gelar juara dunia MotoGP 2019.

Melansir www.tuttomotoriweb.com, Marc Marquez, meramalkan Fabio Quartararo akan menjadi salah satu lawan terberatnya pada masa depan. Turun sebagai salah satu pembalap rookie MotoGP 2019 tak membuat Fabio Quartararo yang berusia 20 gentar untuk bersaing meraih podium dengan para pembalap ternama.

(BACA JUGA: Valentino Rossi Makin Sulit Kejar Rekor Legenda MotoGP)




Fabio Quartararo yang lahir di Perancis pun mampu menujukkan penampilan yang kompetitif bersama timnya pada musim ini, yaitu Petronas Yamaha SRT. Bahkan Quartararo sempat menjadi bahan perbincangan tatkala memecahkan rekor sebagai peraih pole position pada MotoGP Spanyol 2019.

Pada saat itu, Quartararo berusia 20 tahun 14 hari dan mengalahkan rekor milik Marc Marquez yang meraihnya di usia 20 tahun 63 hari pada MotoGP Americas 2013. Sepak terjang pembalap yang memakai nomor 20 itu tidak berhenti sampai di situ saja.

Pada seri MotoGP Catalunya 2019 yang digelar pekan lalu, rekan satu tim Franco Morbidelli itu berhasil mengemas podium perdananya di kelas utama. Quartararo berhasil finis kedua tepat di belakang Marc Marquezyang menjadi pemenang pada seri tersebut.

Marc Marquez pun menyebut Fabio Quartararo mempunyai talenta yang cukup bagus sebagai rookie untuk berbicara banyak pada MotoGP musim ini. Sepertinya Si Baby Alien sudah tak memasukkan nama Rossi sebagai pembalap yang harus diwaspadai. Lebih jauh lagi, Marquez meramalkan jika suatu saat nanti Quartararo akan menjadi batu sandungannya dalam memperebutkan gelar juara MotoGP.

(BACA JUGA: Catatan Buruk Lionel Messi di El Clasico Copa del Rey)




“Dia begitu berbakat meski belum memenangi gelar . Itu mungkin karena situasinya lebih tidak stabil dibandingkan dengan saya. Namun sekarang dia mempunyai tim yang hebat dan motor yang juga cukup baik. Saya sudah pernah berbicara tentang ini saat di Jerez beberapa waktu lalu.Dia akan menjadi salah satu lawan terberat saya pada masa depan,” kata Marc Marquez.

Usai gelaran MotoGP Catalunya 2019, Fabio Quartararo berhasil menduduki peringkat tujuh pada tabel klasemen kejuaraan dunia  MotoGP 2019. Dari tujuh seri yang sudah digelar, Quartararo mampu mengantongi total 51 poin. Makanya wajar bila pembalap berusia 26 tahun lebih memilih Quartararo sebagai lawan terberatnya di balapan MotoGP.(*)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here