JAWASPORT.COM – Era kejayaan seorang pelatih hanyalah ketika dia mempersembahkan medali untuk tim yang ditanganinya. Saat itu pujian bukan hanya datang dari klubnya, tapi juga dari pihak luar. Hanya saja, era keruntuhan pamor seorang pelatih juga akibat trofi juara tak kunjung di dapatkannya. Manajemen dan fans menjadi pihak yang pertama tak menyukai dan mencari cara untuk segera di ganti. Nasib ini memang menjadi kenyataan bagi pelatih termasuk di Chelsea.

Antonio Conte memang punya segudang prestasi mulai sebagai pemain hingga menjadi pelatih. Fans Juventus tidak akan melupakan jasa pelatih kelahiran Lecce, Italia, pada 31 Juli 1969. Ia pelatih yang masih tidak terlalu tua atau masih berusia 48 tahun untuk meraih berbagai trofi.

Tapi kharismanya sebagai pengumpul trofi di Serie A Italia tak begitu cemerlang di pentas Premier League. Di Negeri Ratu Elizabeth ini, banyak pesaing yang membuat pelatih top tak bernasib mujur. Memang Conte datang dengan mengejutkan pada 1 Juli 2016. Tapi hingga batas waktu kontraknya 30 Juni 2019 justru menuju era meredup.
Datang dengan langsung membawa Chelsea juara Premier League musim 2016/2017 memang kenangan indah. Tapi musim kedua justru menuju masa kelam yang berpotensi masuk jajaran alumni coach Chelsea yang pernah di depak. Soal ini memang big bos Chelsea, Roman Abramovich lebih tahu dan ahlinya.

()

Berdasarkan data yang dikutip dari www.transfermarkt.com (9/5/2018), gelar yang diraih Conte merupakan yang keenam bagi Chelsea di pentas Premier League. Jose Mourinho dalam dua kali kedatangannya ke Chelsea menyumbang tiga gelar pada musim 2004/2005, 2005/2016 dan 2014/2015. Dua gelar lagi dari Carlo Ancelotti pada musim 2009/2010 dan Ted Drake pada musim 1954/1955.

Bayangkan, Mourinho yang menyumbang tiga trofi premier league bisa di depak oleh tuan Abramovich. Apalagi, Conte yang di musim keduanya sudah mempermalukan Chelsea dengan duduk di posisi kelima. Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Barcelona, upaya Chelsea sebagai juara bertahan untuk bangkit gagal.

Berdasarkan tabel klasemen sementara yang dikutip dari www.premierleague.com (9/5/2018) Chelsea duduk di peringkat kelima dengan koleksi 69 poin dari 36 laga. Ini posisi di luar tiket aman untuk tampil di Liga Champions musim depan. Tim asuhan Conte tertinggal satu poin dari Tottenham Hotspur di posisi keempat dan tiga poin dengan Liverpool di peringkat ketiga. Bila Liverpool menang lawan Brighton, nasib Chelsea makin memprihatinkan.

Lalu mungkinkah Conte akan dipecah oleh Roman? Mungkin untuk menunggu kepastiannya adalah pada tanggal Minggu, 20 Mei 2018. Karena Manchester United akan bentrok dengan Chelsea dalam final Piala FA di Wembley Stadium, pada, Sabtu (19/5/2018) pukul 23.15 WIB. Artinya bila gagal mempersembahkan juara, maka Conte kemungkinan langsung diumumkan pemecatan.

Lalu kalau juara apakah Conte akan aman? Ini juga belum tentu bila melihat sepak terjang Roman yang suka gonta ganti pelatih sejak rezimnya mencengkram kekuasaan di The Blues. Tapi kemungkinan nasib Conte hanya setelah hasil final Piala FA. Kemarahan utama Roman bukan hanya kehilangan gelar di Premier League, tapi prestasi di Liga Champions yang ditambah terancam gagal tampil di level elit eropa itu musim depan. Tapi Conte menolak membahas nasibnya.

“Saya sangat fokus pada saat ini, untuk melakukan pekerjaan dengan cara terbaik bagi para pemain dan para fans. Pekerjaan kami tidak sederhana, itu tidak mudah. Tapi saya benar-benar fokus pada saat ini. Hanya ada dua minggu dan musim ini akan selesai dan Anda akan tahu jika ada situasi yang berbeda atau tidak, jika Anda melihat saya lagi musim depan dan kami mulai lagi dari pertandingan pertama berspekulasi tentang masa depan saya.” ujar Conte seperti dilansir www.skysports.com (9/5/2018).

()

Namun, mereka tahu mereka harus memenangkan kedua pertandingan mereka yang tersisa, dan berharap Tottenham atau Liverpool terpeleset. Conte bersikap kritis terhadap situasi yang dihadapi timnya, dengan mengatakan, ada sedikit kekecewaan karena musim ini kami menjatuhkan banyak kehilangan poin.

“Sekarang tidak ada waktu untuk menyesal. Kami harus memainkan dua pertandingan, melawan Huddersfield dan Newcastle, dan kemudian final Piala FA. Situasi tidak ada di tangan kami. Satu-satunya cara untuk memberi sedikit tekanan (pada Spurs dan Liverpool) adalah ini, untuk mendapatkan tiga poin di setiap pertandingan.” ujar Conte.

Situasi Conte memang sedang tidak dalam kondisi bagus di Chelsea. Tapi Conte sepertinya sadar persaingan berbeda antara Serie A dan Premier League. Termasuk panasnya kursi kepelatihan di Chelsea yang mana banyak pelatih beken didepak di tengah jalan. Siap-siap menerima kenyataan Conte.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here