Plt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa (Foto: cnnindonesia.com/Adhi Wicaksono)

JAWASPORT.COM – Sepakbola di Eropa sudah menjadi industri yang mengutungkan bagi negara, investor dan rakyat yang mendapat lapangan kerja. Berbagai merk sponsor antrean untuk menjadi bagian klub dalam berbagai bentu kerja sama.

Tapi di Indonesia justru masalah demi masalah menerpa sepakbola Indonesia. Bahkan dulu pernah kena sanksi dari FIFA. Kemudian PSSI mencoba untuk membangun kembali image kompetisi Indonesia yang lebih baik. Hanya saja masalah terkini justru berurusan dengan polisi akibat skandar pengaturan skor.

(BACA JUGA: Pantaskah Edy Rahmayadi Menjadi Kambing Hitam Atas Kegagalan Timnas di Piala AFF 2018?)





Makanya federasi sepakbola Indonesia bertubi-tubi dihantam badai masalah. Berawal dari pengusutan skandar mafia bola yang membuat sejumlah pihak terkait ditangkap oleh pihak kepolisian yang tergabung dalam Satgas Antimafia Bola.

Polemik ini secara mengejutkan membuat ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi memilih mundur pada Konggres Tahunan PSSI pada Februari 2019 di Bali. Djoko Driono (Djokdri) yang dipercaya memegang posisi ketua umum sempat memberi harapan.

Tapi publik kembali dikejutkan dengan penetapan status tersangka untuk Djokdri oleh Satgas AntiMafia Bola. Kondisi ini membuat nama PSSI tercoreng di mata publik nasional dan internasional.





Kini posisi ketua umum dengan status pelaksana tugas (Plt) dipercayakan kepada Gusti Randa. Kepercayaan ini diberikan kepada Gusti Randa selepas rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar Selasa (19/3/2019).

(BACA JUGA: Kiprah Timnas Indonesia U-23 Berakhir di Asian Games 2018, Pelatih Pulang ke Spanyol)





Gusti Randa membenarkan telah mendapat amanah untuk mengisi tampuk kepemimpinan PSSI. Bahkan ia siap menjalankan tugas berat tersebut hingga seperti yang diinginkan semua pihak.

“Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini,” kata Gusti kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).





Banyak PR yang harus dituntaskan Gusti Randa sebagai orang nomor satu di federasi sepakbola Indonesia. Setidaknya ada dua tugas besar yang menghadangnya. Gusti Randa harus mengupayakan terselenggaranya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sekaligus berjalannya Liga 1 2019.

Gusti mengakui, dirinya beserta anggota Komite Eksekutif lain bakal menggelar rapat terlebih dahulu soal hal-hal tersebut. Bahkan ia menyatakan ingin menuntaskan tugas berat yang dipercayakan kepadanya ini.

(BACA JUGA: Ambisi Ronaldo Bersama Juventus)





“Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum. Saya ingin memastikan Liga 1 on the track. Karena waktu sudah dekat,” ujar Gusti Randa.

Kini publik pun menunggu apa yang akan terjadi dengan PSSI dan Gusti Randa. Akankah Gusti Randa bernasib seperti Djokdri atau mengikuti langkah Edy meninggalkan jabatan. Tapi publik ingin Gusti Randa bisa menuntaskan kepercayaan ini dengan menyuskeskan KLB dan Liga 1. Sehingga kistruh di PSSI tak mengorbankan pembinaan sepakbola Indonesia.(*)




<>



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here