Klasemen sementara Liga 1 (Twitter Liga 1)
Klasemen sementara Liga 1 (Twitter Liga 1)

JAWASPORT.COM – Tim sepakbola di Indonesia sepertinya harus bekerja keras untuk mendapatkan status klub lisensi dari Asian Football Confederation (AFC). Karena jumlahnya masih sangat sedikit sehingga harus lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan AFC Club Licensing 2019 ini, terdapat 5 kriteria penilaian yang dievaluasi yaitu Sporting, Infrastructure, Personnel & Administration, Legal, dan Finance. Jika lima kategori ini terwujud, maka layak disebut sebagai klub profesional yang mendapat pengakuan dari AFC.

Memang jumlah klub Indonesia yang mendapatkan status klub lisensi dari AFC pada 2019 menurun. Tahun ini, setidaknya hanya delapan klub saja yang mendapatkan lisensi AFC dan itu berbeda dengan musim sebelumnya. Pada musim 2018, ada 10 klub yang mendapatkan lisensi AFC. Artinya, ada penurunan dua klub yang tidak lolos verifikasi lisensi AFC 2019 untuk tampil pada kompetisi level Asia musim 2020.

Melansir www.pssi.org, Ketua Klub Lisensi Komite PSSI, Timmy Setiawan, mengadakan pleno pengambilan keputusan terhadap pengajuan lisensi AFC 2019 oleh klub yang terdaftar di Liga 1 2019. Dari 16 klub Liga 1 2019 yang berpartisipasi pada kegiatan klub lisensi, hanya delapan tim yang lolos.

Keputusan lisensi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Granted, Granted with Sanction, dan Rejected. Dari proses itu, terdapat enam klub yang mendapatkan status Granted. Lalu, dua klub mendapatkan status Granted with Sanction, dan terakhir ada delapan klub yang Rejected.

Klub yang mendapatkan status Granted adalah Arema FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar. Sementara itu, klub yang mendapatkan status Granted with Sanction adalah Bali United FC dan Bhayangkara FC.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam proses verifikasi dan lisensi untuk klub sepak bola profesional di Indonesia. Mereka nantinya bisa berpartisipasi di kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Asian Football Confederation (AFC).

“Harapannya dengan adanya standar ini, klub sepak bola profesional di Indonesia memiliki referensi untuk standar kualitas manajemen klub yang selalu menjadi prioritas dalam pengembangan sepak bola modern baik dari AFC maupun PSSI,” ujar Timmy Setiawan.

Meskipun hanya delapan klub, pencapaian tahun ini merupakan suatu prestasi karena pada periode sebelumnya hanya tiga klub yang mendapatkan status Granted.  Bagi klub yang mendapat status Granted with Sanction, akan memiliki waktu untuk memperbaiki data yang dikumpulkan hingga sebelum bergulirnya kompetisi AFC 2020.

Perlu diketahui, kegiatan AFC Club Licensing 2019 ini, terdapat 5 kriteria penilaian yang dievaluasi yaitu Sporting, Infrastructure, Personnel & Administration, Legal, dan Finance. Tahun ini menjadi catatan tersendiri ketika Club Licensing Departement hadir dalam rangka asistensi bagi klub-klub yang membutuhkan.

“Mewakili teman-teman Club Licensing Department, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan Club Licensing Officer Liga 1. Mereka telah bekerja keras untuk menjadi bagian pertumbuhan sepak bola nasional yang kita banggakan,” ujar Manajer Klub Lisensi, Yulius Amos.(*)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here