Ole Gunnar Solskjaer (Foto: PA)

JAWASPORT.COM – Menjadi pelatih kadang sebuah keberuntungan. Meski hanya pelatih pengganti, tapi berhasil membawa tim ke arah lebih baik. Maka banyak yang memberi dukungan supaya dapat menjadi pelatih tetap. Hal ini sedang dialami Ole Gunnar Solskjaer.

Era Jose Mourinho sudah berakhir di Manchester United. Meski punya segudang prestasi dan nama besar yang cukup disegani. Tapi di tangan The Special One gagal membuat Manchester United ditakuti di Liga Inggris dan level Eropa. Akhirnya mandat manajer asal Portugal itu pun resmi dicabut.

Manajemen Setan Merah langsung memanggil mantan pemainnya, Ole Gunnar Solskjaer yang sudah jadi pelatih. Sosok Solskjaer sempat dipandang sebelah mata oleh banyak kalangan saat diumumkan akan menjadi pengganti sementara setelah Mourinho ditendang.

Tapi pandangan sinis terhadapnya secara pelatih berakhir laga demi lagi hingga kemenangan beruntun lima kali. Dari pelatih sementara dan kini dinilai layak untuk segera ditetapkan. Manajemen MU belum mengambil sikap soal ini.

Tapi seperti dilansir www.mirror.co.uk, Solskjaer berpeluang untuk segera mendapatkan status permanen setelah hanya menjadi pelatih interim Manchester United hingga akhir musim ini. MU saat ini memang hanya meminjam Ole Gunnar Solskjaer dari klub Liga Norwegia, Molde FK.

Setan Merah tersebut wajib mengembalikan Solskjaer ke Molde pada akhir musim ini. Rencana tersebut bisa berubah mengingat hasil positif yang Manchester United dapatkan dalam lima laga awal kepelatihan Solskjaer. Kini Manchester United justru dikabarkan siap menjadikan Solskjaer sebagai pelatih tetap mereka.

Berikut lima alasan logisnya:

1. Kemenangan beruntun

Solskjaer mengantarkan Manchester United meraih lima kemenangan beruntun di semua ajang. Catatan ini sudah menyamai torehan pelatih legendaris Manchester United, Sir Matt Busby.

2. Hubungan erat dengan Sir Alex Ferguson

Solskjaer tak hanya punya hubungan erat dengan pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Mantan striker Manchester United tersebut juga meniru beberapa metode kepelatihan Sir Alex untuk diterapkan di Manchester United.

3. Kebebasan berekspresi untuk para pemain

Bersama Solskjaer, isu ketidakharmonisan antara pemain dan berlatih tak lagi terdengar seperti saat era Jose Mourinho. Solskjaer membebaskan para pemain untuk menunjukkan gaya permainan mereka masing-masing.

4. Peningkatan kualitas Paul Pogba

Selama dua tahun lebih, Mourinho gagal untuk mengeluarkan potensi terbaik Pogba. Solskjaer langsung mampu melakukannya dengan membuat Pogba terlibat empat gol Manchester United di empat laga.

5. Lini pertahanan yang stabil

Sedikit demi sedikit, Manchester United mulai membenahi lini belakang mereka. Setelah selalu kebobolan dalam tiga laga awal, Manchester United akhirnya membukukan clean-sheet dalam dua laga beruntun.

Meski demikian bukan berarti manajemen MU akan begitu mudah mengambil kesimpulan menetapkan Solskjaer. Karena mata petinggi Setan Merah menuju ke sosok Zinedine Zidane yang terbukti mampu membawa Real Madrid hattrick gelar juara Liga Champions.

Bisa saja manajemen MU lebih memilih Zidane ketimbang Solskjaer. Hanya saja, bila Solskjaer mampu melewati kemenangan demi kemenangan, bisa saja petinggi MU mencoba menggunakan jasa mantan pemainnya. Tapi ini harus dinantikan perkembangan selanjutnya.(*)

Source Photo: 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here