Tiap pemain memang punya tipikal yang layak di puji dan dicaci selama karier. Datangnya kebencian dan caci maki tak terlepas dari sepak terjang seorang pemain di lapangan dan luar lapangan. Bagi mereka yang tak mampu mengendalikan emosi dan sikap tak terpujinya, siap-siap dicaci maki. Karena pesepakbola, apalagi yang sudah masuk daftar bintang terus dipantau public.

Final Liga Champions 2018 berubah menjadi ajang kebencian di seluruh penjuru dunia. Satu nama, yaitu Sergio Ramos menjadi kutukan fans sepakbola, kecuali sebagian pendukung Real Madrid yang masih membelanya. Publik meluapkan kemurkaan di media sosial untuk menunjukkan bahwa aksinya yang mencerai Mohamed Salah adalah tindakan paling kotor untuk meraih juara.

Kebencian itu memuncak di tengah pesta Real Madrid menegaskan trofi ke-13 Liga Champions. Altar final menjadi momen ketangguhan besutan Zinedine Zidane yang menaklukkan Liverpool dengan skor 3-1 di Stadion NSK Olimpiyskiy, Kyiv, Ukraina, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB.

Kembalinya trofi secara beruntun tiga edisi terakhirnya berkat gol Karim Benzema pada menit 51. Gol ini kecelakaan bagi Liverpool oleh aksi tak teliti dan gegabah kiper Loris Karius. Sadio Mane membangkitkan semangat juang pasukan Juerge Klopp lewat golnya pada menit 55.

Hanya saja, Liverpool kembali tenggelam oleh gol spektakuler Gareth Bale pada menit 64. Pemain asal Wales yang mulai dipandang sebelah mata di Santiago Bernabeu menyuguhkan sebuah tontonan menarik gol saltonya. Liverpool kembali menuai petaka di menit 83 oleh penyelamatan kurang sempurna Karius. Tendangan jarak jauh Bale bisa dibaca Karius, tapi tepisannya yang tak sempurna membuat bola masuk ke gawang. Skor 3-1 menandai kedigdayaan Los Blancos di level Eropa.

Banjirnya ucapan selamat untuk sang juara bercampur dengan derasnya arus kebencian yang menilai ada aksi kotor untuk menjadi jawara. Apa yang dimaksud warganet menjuru kepada insiden pada menit 31 yang membuat penyerang Liverpool, Mohamed Salah cidera.

Aksi mencerai lawan ini diperankan oleh pemain antagonis Real Madrid, Sergio Ramos lewat aksi ala bantingan gulat. Jepitan tangan kanan membuat Salah jatuh bertumrukan dengan tanah. Kerasnya saat jatuh dimana diawali tangan kiri membuat tulang bahu Salah retak dan patah.

Ia mengeram kesakitan yang mendalam dan berusaha berjuang demi Liverpool. Salah telah berusaha untuk terus bertahan di lapangan hijau, tapi pergerakannya membuat tulang bahu yang patah it uterus menyiksanya. Hingga akhirnya Salah tak berdaya dan digantikan oleh rekannya, Adam Lallana. Berakhir sudah upaya Liverpool yang dimotori Salah untuk merebut gelar juara.

Ramos terlihat tersenyum saat Salah keluar dan itu menjadi senyuman atas keberhasilanya memaksa ujung tombak The Reds menjauh dari mengancam Los Blancos. Tapi Ramos harus membayar atas aksi kotornya dengan ‘tsunami’ kecaman dari penjuru dunia hingga kea kun pribadinya. Ternyata itu bukan dosa pertama center-bek asal Spanyol itu mencederai lawan lewat 19 aksi kotor berujung kartu merah di LaLiga Spanyol.

Video:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here